Ayo Menerbitkan Buku dari Hasil Penelitian Tindakan Kelas (PTK)

Assalamualaikum Wr Wb....

Perkenalkan saya Rahmat Sandri R, S.Pd Guru PPKN di SMPN 48 Kabupaten Muaro jambi

Penelitian Tindakan Kelas adalah penelitian praktis yang dimaksudkan untuk memperbaiki pembelajaran di kelas. Penelitian ini merupakan salah satu upaya guru atau praktisi dalam bentuk berbagai kegiatan yang dilakukan untuk memperbaiki dan atau meningkatkan mutu pembelajaran di kelas. PTK dapat diartikan sebagai proses pengkajian masalah pembelajaran di dalam kelas melalui refleksi diri dalam upaya untuk memecahkan masalah tersebut dengan cara melakukan berbagai tindakan yang terencana dalam situasi nyata serta menganalisis setiap pengaruh dari perlakuan tersebut. PTK merupakan salah satu publikasi ilmiah dalam konteks pengembangan profesi guru secara berkelanjutan yang ditujukan untuk perbaikan dan peningkatan mutu proses dan hasil pembelajaran atau mutu pendidikan pada umumnya. PTK ini cocok dilakukan oleh guru karena prosenya praktis. 

Tujuan PTK adalah memperbaiki dan meningkatkan kualitas pembelajaran serta membantu memberdayakan guru dalam memecahkan masalah pembelajaran di sekolah (Muslich, hal. 10). Menurut Suyanto (1997), tujuan PTK adalah meningkatkan dan/atau memperbaiki praktik pembelajaran di sekolah, meningkatkan relevansi pendidikan, meningkatkan mutu pendidikan, dan efisiensi pengelolaan pendidikan. Menyusun PTK adalah dambaan guru, baik itu guru PNS maupun Honorer, namun PTK bagi guru PNS tentunya memiliki arti penting untuk pengembangan karir sebagai guru. Membuat PTK itu susah-susah gampang. Modal awal menyusun PTK adalah niat, menentukan latar belakang masalah, inilah titik awal dari menentukan PTK dapat dilakukan.

Bu Hati Nurahayu sebagai pemateri memberian contoh yang simpel untuk pembuatan PTK. Ini bisa jadi bahan PTK, misalnya anak sering telat datang masuk ke kelas. Nah bagaimana agar anak datang tepat waktu, indikator dicari dari materi yang relevan sesuai dengan masalah yang kita ingin selesaikan. PTK bisa menjadi bentuk yang lain, apakah itu artikel bahkan buku. Satu sumber PTK itu bisa menjadi nilai PAK versi lain. Apalagi PTK yang dijadikan buku itu sangat berharga karena akan menjadi bahan literasi bacaan pendidik lain dalam melakukan PTKnya juga.

Setelah pemaparan materi selesai, maka dilanjutkan dengan sesi tanya jawab peserta. Berikut ini beberapa pertanyaan yang diajukan peserta:

  • Apakah perlu PTK itu untuk di buku kan? ya perlu jika kita menginginkan double manfaat publikasi buatjadi sumber buku. Agar KTI kita lebih  double manfaat, dibukukan lebih baik dan bisa dibaca oleh pendiidk lainnya, daripada berbagi file PTK kita,  dibukukan memiliki ISBN  dan menjadi karya kita tak lekang oleh waktu kebermanfaatannya.
  • Dalam membuat PTK buat saja  PTK sederhana yang menjadi permasalahan  kita. Jangan mempersulit dari masalah yangg ada dikelas dalam mencari solusinya. Yang sederhana misal anak telat datang.  Kita cari bagaimana agar anak tepat waktu, indikator  dicari dari materi yang relevan sesuai dengan masalah yang kita ingin selesaikan.
  • PTK itu berdasarkan permasalahan kelas saja. Kan setiap kelas berbeda masalah, kalau sama masalahnya, berarti beda judul. Kalau beda kelas dan variabel sama berarti jadi 2 laporan PTK.
  • PTK  yang dibukukan minimal diseminasi di sekolahnya atau MGMP juga tidak apa-apa. yang penting publikasi.
  • Apakah PTK yang dijadikan buku bisa bisa dari 2 orang guru yg bersama2 saat mlakukan PTK? Saat liat di panduan itu PTK sepertinya hanya sbagai pelengkap dalam Buku (sbg contoh saja). Apakah demikian? berapa lembar minimal halaman yang diperlukan utk dapat dijadikan buku? Boleh  dua orang. kan buku beda lagi nilainya dengan PTK. kita mengembangkan  dari isi PTK kita lebih  ke versi buku seperti yang saya share filenya.   tidak masalah. tetapi kalau dalam pembagian angka kredit yang saya tahu. kalau  yang menulis bukunya berdua pastinya dibagi dua untuk PAK.    

        Kesimpulan saya dalam mengikuti pelatihan menulis pertemuan pertama bagi saya, literasi dab menulis bagi guru bisa menghasilkan sesuatu yang berharga bukan hanya bagi guru sendiri tapi juga untuk orang lain. Serta menurut Ibu Hati Nurahayu Agar KTI kita lebih  banyak manfaat, dibukukan lebih baik dan bisa dibaca oleh pendidik lainnya, daripada berbagi file PTK kita,  dibukukan memiliki ISBN  dan menjadi karya kita tak lekang oleh waktu kebermanfaatannya.

Terimakasih banyak, semoga bermanfaat.serta mohon kritik dan saran yang membangun

wassalamu'alaikum warrohmatullahi wabarokaatuh

 


Komentar

Posting Komentar